• 19

    Aug

    Kisah Ramadhan di Kampung

    Waktu kecil di Luwu puasa ramadhansangatlah dinantikan, kegembiraan yang luar biasa menyambut Ramadhan karena banyak makanan manis-enak dan bermain di tengah malam yang sangat mengasyikkan, saat itu listrik belum masuk ke desa kami jadi hanya pakai obor atau pelita. Ada petasan, mercun, kembang api, dan ronda shubuh keliling membangunkan warga untuk makan sahur, pokoknya asyik banget. Gara-gara suara mercun/baraccung, dikejar oleh petugas mesjid karena mengganggu orang shalat, padahal niatnya sih untuk senang2 saja. Habis shalat subuh, jalan pagi ramai-ramai sambil dekatin teman wanita, digodain dikit lah.hahaha. Siangnya berenang di sungai, ada yang sengaja menyelam sambil minum air.. loncat dari dahan pohon yang tinggi menceburkan diri dalam sungai. Hmmmsatu jam sebelum buka puasa, sudah
  • 19

    Aug

    AWAL BUGIS - KERAJAAN LUWU

    Perubahan Dari Zaman Logam Kerajaan-kerajaan awal Bugis mengikut teks La Galigo Permulaan sejarah Bugis lebih kepada mitos dari sejarah lojik. Di dalam teks La Galigo, populasi awal adalah terhad dan terletak di persisiran pantai dan tebing sungai dan penempatan ini dihubungi dengan pengangkutan air. Penempatan di tanah tinggi pula didiami oleh orang Toraja. Penempatan-penempatan ini bergantung kepada salah satu daripada tiga pemerintahan iaitu Wewang Nriwuk, Luwu’ dan Tompoktikka. Walaubagaimanapun, pada abad ke 15, terdapat kemungkinan penempatan awal tersebar di s...
  • 19

    Aug

    PUTRI TADAMPALIK

    Dahulu, terdapat sebuah negeri yang bernama negeri Luwu, yang terletak di pulau Sulawesi. Negeri Luwu dipimpin oleh seorang raja yang bernama La Busatana Datu Maongge, sering dipanggil Raja atau Datu Luwu. Karena sikapnya yang adil, arif dan bijaksana, maka rakyatnya hidup makmur. Sebagian besar pekerjaan rakyat Luwu adalah petani dan nelayan. Datu Luwu mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik, namanya Putri Tandampalik. Kecantikan dan perilakunya telah diketahui orang banyak. Termasuk di antaranya Raja Bone yang tinggalnya sangat jauh dari Luwu. Raja Bone ingin menikahkan anaknya dengan Putri Tandampalik. Ia mengutus beberapa utusannya untuk menemui Datu Luwu untuk melamar Putri Tandampalik. Datu Luwu menjadi bimbang, karena dalam adatnya, seorang gadis Luwu tidak dibenarkan m
  • 19

    Aug

    Perahu Pinisi

    Perahu Pinisi 1. Asal Usul Bugis adalah salah satu sukubangsa yang ada di daerah Sulawesi Selatan. Sukubangsa ini sejak dahulu telah memiliki catatan tersendiri dalam sejarah bahari Indonesia. Banyak bukti yang menunjukkan kepiawaian mereka dalam mengarungi lautan. Hal itu disebabkan karena dalam berdagang (memasarkan hasil buminya), mereka tidak hanya mengarungi daerah-daerah di sekitar mereka, tetapi juga daerah lain di Indonesia, bahkan mancanegara. Oleh karena itu, mereka tidak hanya mengarungi perairan wilayah Indonesia, tetapi juga di perairan-perairan negara lain seperti: Malaysia, Philipina, Australia hingga ke Madagaskar (Afrika Selatan). Alat transpotasi yang digunakan adalah berbagai jenis perahu tradisio
  • 19

    Aug

    Buku : MENGGALI SEJARAH DAN MASUKNYA ISLAM DI LUWU

    Judul Buku : Kerajaan Luwu (Catatan Tentang Sawerigading, Sistem Pemerintahan dan Masuknya Islam) Penulis : Siodja Dg Mallondjo Terbit : April 2004 Penerbit : Komunitas Kampung Sawerigading (KAMPUS) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Palopo Tebal : XX + 152 halaman MENGGALI SEJARAH DAN MASUKNYA ISLAM DI LUWU Bersentuhan dengan sejarah Sulawesi Selatan, maka kita tidak bisa lepas dari kisah kerajaan Luwu. Kerajaan inilah yang sampai saat ini diyakini sebagai kerajaan tertua di Sulawesi Selatan bahkan di Indonesia Timur. Bahkan kerajaan inilah yang merupakan nenek moyang atau cikal bakal orang-orang Bugis. Secara mitologi, dalam Sureq Galigo diinformasikan bahwa keberadaan manusia pertama dalam wilayah kesadaran manusia Bugis diturunkan di Ale Luwu. Dialah Batara Guru atau La Tongeq Lan
  • 19

    Aug

    Mappacokkong Ri Baruga, Ritual Orang Luwu

    Sinar Sang Surya sangat terik ketika enam pendeta Bissu berkumpul di suatu hari di Dusun Cerekang, Luwu, Sulawesi Selatan. Bissu adalah sebutan bagi pendeta tradisional dalam masyarakat adat di Sulawesi Selatan, terutama Suku Bone dan Bugis. Dalam bahasa Bugis, Bussi berasal dari kata “Bessi” yang berarti bersih. Mereka adalah para lelaki yang berpenampilan seperti wanita, namun memiliki kekuatan gaib yang jarang dimiliki sembarang orang. Sikap kewanita-wanitaan yang mereka perlihatkan adalah suatu kesengajaan dan bagian dari tuntutan adat yang mereka yakini sesuai Kitab La Galigo. Aktivitas para Bissu yang dipimpin Puang Toa Saidi di Cerekang itu adalah bagian dari suatu prosesi besar yang tengah digelar oleh Kedatuan Luwu Raya di Tanah Bugis. Mereka sedang menyambut utusan Da
  • 19

    Aug

    "I La Galigo": Membidik Dunia Lewat Singapura

    RATUSAN orang Indonesia “berkumpul” di Esplanade, pusat teater di pantai Singapura, Jumat dan Sabtu minggu lalu (12 dan 13 Maret). Tujuan mereka sama: menonton “I La Galigo”, sebuah teater karya Robert Wilson - nama besar dalam teater kontemporer dunia, dengan seluruh pemain dan musisi dari Indonesia. Sureq Galigo adalah sebuah karya sastra dalam bahasa dan aksara Bugis (berbentuk syair dalam aksara lontaraq) sepanjang 6.000 halaman, yang sudah hampir dilupakan orang. Padahal, dari sudut panjangnya cerita - lebih panjang daripada Mahabarata, Ramayana, maupun Odyssey - Sureq Galigo sudah diakui sebagai naskah terpanjang di dunia. Naskahnya diduga sudah berusia lebih dari seabad, mulanya ditulis di atas lontar, berdasarkan penuturan yang terjadi secara turun-temurun
  • 19

    Aug

    Pagelaran La Galigo di New York

    Jum’at, 15 Juli 2005 09:42 Pagelaran Seni Bugis ‘I La Galigo’ Disambut Luar Biasa di New York Kapanlagi.com - Hari pertama penampilan pertunjukan kesenian dari Bugis ‘I La Galigo’ di New York, Rabu malam mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat yang memadati Gedung Teater utama kompleks Lincoln Center.Sekitar 3000 penonton memenuhi kursi-kursi New York State Theater dan harus antri cukup panjang untuk membeli karcis seharga US$ 25 hingga US$ 150. Selain dari New York, banyak penonton yang datang dari berbagai kota di AS seperti Washington DC, Boston dan Philadelphia ‘I La Galigo’, suatu gabungan karya drama, tari, musik tradisional dan puisi dari epik Bugis Kuno, tampil empat kali di Lincoln Center New York pada 13-16 Juli ini. Sebanyak 50
  • 19

    Aug

    LA GALIGO

    La Galigo adalah epik terpanjang dunia. Ianya wujud sebelum epik Mahabharata. Ianya mengandungi sebahagian besar puisi ditulis dalam bahasa bugis lama. Epik ini mengisahkan tentang kisah Sawerigading, seorang pahlawan yang gagah berani dan juga perantau. La Galigo tidak boleh diterima sebagai teks sejarah kerana ianya penuh dengan mitos dan peristiwa-peristiwa luar biasa. Walaubagaimanapun, ia tetap memberi gambaran kepada sejarahwan mengenai kebudayaan Bugis sebelum abad ke 14. Sebahagian manuskrip La Galigo dapat ditemui di perpustakaan-perpustakaan di Eropah, terutamanya di Per...
  • 19

    Aug

    SEJARAH TANAH LUWU

    Sejarah Tanah Luwu sudah berawal jauh sebelum masa pemerintahan Hindia Belanda bermula. Sebelumnya Luwu telah menjadi sebuah kerajaan yang mewilayahi Tanah Toraja (Makale, Rantepao) Sulawesi Selatan, Kolaka (Sulawesi Tenggara) dan
- Next

Author

Follow Me